ngga tau mau nulis apa. bingung, kosong dan hampa. mungkin itu kata yang paling pas buat menggambarkan diri gue malam ini. salah satu bagian terpenting dalam kehidupan gue udah hilang hanya karena kebodohan yang gue sendiri ngga menyadarinya.
sering banget ngerasa sendiri walaupun gue berada ditengah-tengah keramaian. mungkin benar kenangan indah memang sangat menyakitkan bila diingat, lebih menyakitkan daripada mengingat kenangan buruk.
pengen banget teriak sekencang-kencangnya biar semua batu yang ngeganjel didalam perasaan gue keluar, tapi apa mungkin? ngga, itu bukan solusi yang tepat. walaupun gue teriak sekencang mungkin itu ngga akan ngebuat gue tenang dan menghilangkan masalah. cuma satu yang bisa ngebuat semuanya kembali normal, kata maaf dari lo but its just a dream.
Jumat, 03 Desember 2010
Kamis, 02 Desember 2010
2011 = Komunikasi Universitas Sebelas Maret (?)
sesuai cita cita gue, gue pengen jadi seorang jurnalis tapi entah kenapa gue bisa terdampar di ekonomi manajemen? gue kira manajemen nyantai ehhh tau nya ketemu sama akuntansi LAGI ! capedeeeh .. oke tahun depan gue harus tembus komunikasi sebelas maret. HARUS
Q : kenapa harus sebelas maret? kenapa nggak UI atau UGM ?
A : hmm gimana ya ngejelasinnya, gatau kenapa pas gue pulang kampung ke Solo kemarin, gue ngelewatin itu universitas dan entah kenapa gue langsung dapet chemistry nya gituu haha lebay ya gua.
Q : misal seandainya lo diterima di sebelas maret, terus apa lo bakal pindah dan ngulang dari semester awal?
A : mau ngga mau, itu kan cita cita gue pengen jadi jurnalis.
Q : terus kalo seandainya nggak diterima?
A : yaudin mau diapain lagi, emang jodoh gua di ekonomi manajemen Gunadarma kali yaaaaaa ahaha
Gue percaya apapun yang akan terjadi nanti, itu pasti yang terbaik :D
Q : kenapa harus sebelas maret? kenapa nggak UI atau UGM ?
A : hmm gimana ya ngejelasinnya, gatau kenapa pas gue pulang kampung ke Solo kemarin, gue ngelewatin itu universitas dan entah kenapa gue langsung dapet chemistry nya gituu haha lebay ya gua.
Q : misal seandainya lo diterima di sebelas maret, terus apa lo bakal pindah dan ngulang dari semester awal?
A : mau ngga mau, itu kan cita cita gue pengen jadi jurnalis.
Q : terus kalo seandainya nggak diterima?
A : yaudin mau diapain lagi, emang jodoh gua di ekonomi manajemen Gunadarma kali yaaaaaa ahaha
Gue percaya apapun yang akan terjadi nanti, itu pasti yang terbaik :D
Rabu, 01 Desember 2010
Extreme - More Than Words
Saying I love you
Is not the words I want to hear from you
It's not that I want to
Not to say, but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
Then you wouldn't have to say that you love me
Cause I'd already know
What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say if I took those words away
Then you couldn't make things new
Just by saying I love you
na na na na na na na na na na
More than words
na na na na na na
Now that I've tried to talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes
And just reach out your hands and touch me
Hold me close don't ever let me go
More than words is all I ever needed you to show
Then you wouldn't have to say that you love me
Cause I'd already know
What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say if I took those words away
Then you couldn't make things new
Just by saying I love you
More than words
Is not the words I want to hear from you
It's not that I want to
Not to say, but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
Then you wouldn't have to say that you love me
Cause I'd already know
What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say if I took those words away
Then you couldn't make things new
Just by saying I love you
na na na na na na na na na na
More than words
na na na na na na
Now that I've tried to talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes
And just reach out your hands and touch me
Hold me close don't ever let me go
More than words is all I ever needed you to show
Then you wouldn't have to say that you love me
Cause I'd already know
What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say if I took those words away
Then you couldn't make things new
Just by saying I love you
More than words
Jumat, 19 November 2010
Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian*
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.
by : Raditya Dika
sumber : http://radityadika.com/kepada-kamu-dengan-penuh-kebencian/
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.
by : Raditya Dika
sumber : http://radityadika.com/kepada-kamu-dengan-penuh-kebencian/
Minggu, 31 Oktober 2010
STUDENTSITE
Studentsite adalah salah satu fasilitas yang berbasis web, khusus untuk mahasiswa gunadarma. Studentsite di gunakan untuk mengetahui kegiatan akademis perkuliahan atau untuk menulis portopolio dengan menggunakan tekhnologi, dengan kemajuan tekhnologi mahasiswa di permudah menyelasaikan tugasnya dengan studentsite ini.ini adalah fitur-fitur studentsite:
Locker : digunakan untuk meyimpan pesan dosen yang diberikan oleh dosen dari mahasiswa yang bersangkutan, Rangkuman Nilai, Jadwal Kuliah, dan Jadwal Ujian.
Address book ; digunakan untuk mengelola email
calender : untuk mengatur jadwal perkuliahan
file manager : untuk mengelola file-file
forum : digunakan untuk bertukar pikiran dan berkomunikasi
bookmark : tempatuntuk menyimpan alamt URL favourit
kelemahan pada studentsite adalah kita tidak dapat mendaftar ulang secara otomatis, kita harus melapor ulang jika studentsite kita bermasalah dan prosesnya lumayan lama dan susah.
kelebihan pada studentsite adalah kita bisa mendapat informasi lebih banyak lagi seperti tugas-tugas secara online tidak terpaku pada dosen serta dapat melihat indeks prestasi pada studentsite jadi tidak susah-susah pergi ke rektorat, kita bisa mengumpulkan tugas lewat studentsite.
Locker : digunakan untuk meyimpan pesan dosen yang diberikan oleh dosen dari mahasiswa yang bersangkutan, Rangkuman Nilai, Jadwal Kuliah, dan Jadwal Ujian.
Address book ; digunakan untuk mengelola email
calender : untuk mengatur jadwal perkuliahan
file manager : untuk mengelola file-file
forum : digunakan untuk bertukar pikiran dan berkomunikasi
bookmark : tempatuntuk menyimpan alamt URL favourit
kelemahan pada studentsite adalah kita tidak dapat mendaftar ulang secara otomatis, kita harus melapor ulang jika studentsite kita bermasalah dan prosesnya lumayan lama dan susah.
kelebihan pada studentsite adalah kita bisa mendapat informasi lebih banyak lagi seperti tugas-tugas secara online tidak terpaku pada dosen serta dapat melihat indeks prestasi pada studentsite jadi tidak susah-susah pergi ke rektorat, kita bisa mengumpulkan tugas lewat studentsite.
Langganan:
Postingan (Atom)